Seperti Terlahir Kembali

Ini adalah pengalaman yang tak terlupakan. Ini benar-benar membuat saya merasa menjadi bayi lagi. Saya hanya bisa tidur terlentang waktu itu, lalu saya belajar tidur miring, lalu duduk, berdiri, melangkah, berjalan, kemudian berlari. Saya bahkan benar-benar belajar untuk tidur tengkurap.

Kamu baru akan menyadari betapa berharga sesuatu ketika kamu sudah kehilangannya.

Saya rasa kalimat itu benar. Seperti kehilangan kesehatan, kamu baru akan menyadari  betapa berharganya kesehatan ketika kamu sakit. Tuhan mungkin ingin kita ‘kembali’. Kita mungkin yang melupakan pemberian Tuhan. Kita mungkin yang kurang bersyukur. Sampai pada akhirnya Tuhan menegur kita dengan sakit.

Belajar makan sendiri bahkan menulis. Saya seperti anak TK. Hal ini membuat saya kadang berpikir “apakah saya sedang mengulang hidup”. Jika memang begitu, baiklah, saya akan mencoba memperbaiki diri. Jika ini memang permulaan, mari kita mulai dari awal lagi dan jika ini adalah kesempatan kedua, maka jangan sampai ini menjadi sia-sia.

Life is beautiful, isn’t it?

Advertisements

Hutan Mangrove Kulon Progo

Jadi, ceritanya beberapa waktu yang lalu saya pulang kampung pas weekend. Kangen gitu sama rumah 🙂

Belum lama saya denger kalau di Kulon Progo, kampung halaman saya, ada hutan mangrove. Karena penasaran, saya ajak orang tua dan adik saya pergi kesana. Tempatnya sih sebenernya mudah dijangkau, tapi karena belum paham, kami sempat salah jalan dan harus putar balik. Saya kira, jalan ke hutan mangrove ini sama dengan jalan ke arah Pantai Congot. Namun ternyata, meskipun orang-orang sering menyebutnya hutan mangrove Congot, tetapi letaknya bukan berada di kawasan Pantai Congot. Apabila Anda datang dari arah timur, Anda masih harus berjalan ke barat dari pertigaan jalan yang menuju ke arah Pantai Congot. Anda harus melewati jembatan terlebih dahulu baru setelah itu belok ke kiri menuju hutan mangrove. Tanya pada orang sekitar adalah cara paling jitu menurut saya untuk sampai ke tempat tujuan. Sebenarnya ada kok papan penunjuknya, cuma kami aja yang nggak ngeh.

Hutan mangrove Kulon Progo terletak di Dusun Pasir Mendit, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo. Akses kesana sebenarnya sangat mudah. Hanya sebelum masuk ke lokasi itu jalannya sempit sekali yang hanya bisa dilewati satu mobil. Jadi kalau berpapasan dengan mobil lain ya harus ada yang minggir dulu ke halaman rumah penduduk. Mungkin akan lebih baik jika dibuat jalur masuk dan jalur keluar yang berbeda sehingga lebih nyaman lalu lintasnya.

Akhirnya, sampailah kami di hutan mangrove Kulon Progo yang foto-fotonya sudah banyak bertebaran di instagram. Di lokasi hutan mangrove ini, kami berjalan melewati jembatan-jembatan bambu yang dinamakan jembatan api-api. Pertama kali mendengarnya saya bertanya-tanya juga kenapa dinamai jembatan api-api. Saya lihat jembatannya hanya jembatan bambu biasa, tidak ada yang spesial. Setelah saya cari tau di google, rupanya api-api adalah salah satu jenis dari pohon mangrove yang banyak ditanam disitu, atau yang nama marganya Avicennia.

dsc01702

Read More »